Langsung ke konten utama

Postingan

Facial Madu untuk Kesehatan

Setelah jenuh dengan rutinitas sehari-hari, tidak ada salahnya memanjakan diri dengan facial madu yang menyegarkan wajah. Apalagi madu terkenal dengan berbagai manfaat, di antaranya mengencangkan kulit. Perawatan kulit dengan madu bisa Anda nikmati di sebuah hotel di kawasan Jalan Pandegiling, Surabaya, Jawa Timur. Awalnya terapis akan memijat tubuh Anda. Kemudian wajah akan dibersihkan dari kosmetik yang menempel. Setelah bersih, bahan-bahan yang sudah diracik mulai dioleskan ke wajah. Bahan-bahan tersebut terdiri dari madu, telur, mentimun, dan pelembab wajah. Madu yang telah dicampur telur dioleskan sembari dipijat. Setelah selesai, wajah diberi masker mentimun. Hasilnya, wajah terhindar dari keriput serta penuaan dini. Tertarik? Kocek yang mesti dirogoh untuk menikmati facial madu sebesar Rp 250 ribu. [sumber:liputan6.com]

Empat Hobi yang Buat Hidup Lebih Bergairah

Sekali tepuk, dua tiga pulau terlampaui. Mungkin peribahasa ini tepat menggambarkan manfaat sehat melakukan suatu hobi. Selain menyenangkan, aktivitas selingan tersebut menjadi sumber pengetahuan, alat pengasah keterampilan, dan mampu menimbulkan kreativitas baru. Demikian dijelaskan Winarni Wilman D. Mansoer, psikolog pengembangan kepribadian dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, belum lama berselang. Bonusnya lagi, menjalani sebuah hobi bukan sekadar baik untuk mental saja, melainkan juga memiliki dampak yang menakjubkan bagi kesehatan Anda. Berikut empat hobi yang dimaksud: 1. Membaca Saatnya para pencinta buku bisa bergembira. Selain akan memberikan pelbagai informasi dan memperluas wawasan, hobi yang satu ini bisa meningkatkan rasa percaya diri, serta mampu menghindari Anda dari risiko dementia atau kepikunan hingga 63 persen. Demikianlah yang dipaparkan dalam New England Journal of Medicine Study. Bukan itu saja, Profesor Louis Appleby CBE, National Director Mental...

Metformin Cegah Kanker Paru-Paru

Ada alternatif baru pengobatan penyakit kanker paru-paru. Sebuah penelitian di Amerika yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa metformin--obat yang digunakan untuk mengobati diabetes tipe 2--dapat mencegah penyakit kanker paru-paru, seperti dilansir Healthy Day baru-baru ini. Pertama-tama, Dennis dan rekan-rekan peneliti lainnya menguji tikus yang terkontaminasi bahan kimia dari nikotin, dengan memberi metformin selama 13 minggu. Hasilnya, Obat ini memperkecil tumor paru dari 40 persen menjadi 50 persen bila diberikan melalui mulut, dan 72 persen bila diberikan melalui suntikan. Prospek penggunaan metformin untuk pengobatan kanker paru-paru pada manusia memang belum bisa dikonfirmasi secara resmi, karena masih harus dilakukan tes langsung pada manusia. tetapi pada tikus, hal ini sudah ditoleransi dengan baik. Menurut Dennis, kadar obat yang diberikan kepada tikus sebenarnya hampir sama dengan yang diberikan pada manusia. Selama ini, obat diabetes metformin yang telah disetuju...

Mandi Sauna di Atas Batu

Bagi penggemar perawatan tubuh atau detoks tubuh, pasti ingin mencoba sauna unik dari Istanbul, Turki. Pasalnya, sauna yang diterapkan benar-benar berbeda dengan sauna kebanyakan yang berinterior kayu pinus yang panas. Pertama-tama, suhu pasien harus dibuat tinggi hingga 41 derajat celcius. Untuk menaikkan suhu tubuh, pasien diharuskan berbaring di atas batu pualam yang hangat. Tiga puluh menit kemudian, petugas datang untuk menyabuni dan menggosok seluruh tubuh pasien, yang diyakini berkhasiat membuang sel-sel kulit mati. Belum selesai sampai di situ, pasien juga dimanjakan dengan pijatan yang diakhiri dengan mandi busa sabun aroma terapi. Pihak pengelola pusat Hamam, Cemberlitas, menjanjikan ketenangan dan kesegaran yang maksimal untuk para penngunjung setelah menyambangi tempatnya. Tak hanya itu, interior di sekitar ruang perawatan yang dihiasi arsitektur khas tradisi Hamam yang religius juga bisa membantu menenangkan pikiran yang lelah. Anda yang tertarik memanjakan diri di spa...

Gen Baru Kanker Payudara Ditemukan

Ilmuwan Inggris menemukan lima faktor genetik umum terkait risiko penyebaran kanker payudara, baru-baru ini. Temuan itu juga sekaligus memberikan pemahaman lebih baik atas penyebab dan petunjuk penanganan penyebaran kanker payudara. Douglas Easton dari Universitas Cambridge Inggris yang memimpin penelitian itu memindai peta gen dari 16.536 pasien kanker payudara. Ia menemukan lima variasi gen baru. Penemuan itu menambah 13 varian lain gen umum kanker payudara. "Penemuan itu akan membantu menjelaskan delapan persen risiko terserang penyakit ini," jelas Easton dalam jurnal Nature Genetics, Ahad (9/5). "Sekitar 20 persen gen berisiko tinggi menyebarkan kanker payudara." Kanker payudara adalah tipe kanker yang umum menimpa wanita dan telah membunuh sekitar setengah juta orang di seluruh dunia setiap tahunnya. Riwayat keluarga merupakan faktor risiko paling mendasar. Memiliki saudara dekat penderita kanker payudara, juga memperbesar peluang seorang wanita terserang...

Menjadi Wanita Penggoda Sempurna

LEBIH dari sekadar flirting, kini saatnya Anda untuk menjadi penggoda sempurna. Tentu menggoda untuk mendapatkan cinta pujaan hati, tanpa terlihat norak di depannya. Flirting adalah ketika Anda memberi perhatian lebih kepada seseorang yang merasa tertarik kepada Anda dan ingin berada di dekat Anda. Sementara menggoda adalah seni dan memerlukan tindakan lebih jauh untuk menapak ke tingkatan hubungan berikutnya. Berikut adalah beberapa trik sederhana menjadi penggoda sempurna, seperti dibocorkan Times of India. Tahu kekuatan Akan lebih mudah merayu pujaan hati ketika Anda merasa nyaman dengan diri sendiri. Perhatikan kembali penampilan Anda agar lebih percaya diri dan gembira. Kalau tidak percaya diri dan menghiasi wajah dengan ekspresi senang, Anda tentu tidak terlihat menarik di matanya. Membuatnya merasa istimewa Setiap orang ingin merasa istimewa lewat perhatian. Tak perlu berlebihan, tapi dengan porsi cukup serta dengan cara yang elegan dan cerdas. Tunjukkan apresiasi po...

Jangan Gunakan Ponsel Lebih Setengah Jam

Pengggunaan ponsel dalam waktu yang lama setiap hari berisiko meningkatkan sel pemicu kanker otak." Demikian hasil penelitian Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO yang diumumkan di New York, Amerika Serikat, Ahad (16/5). Hasil penelitian kanker WHO menunjukkkan, pengguna telepon seluler atau ponsel lebih dari 30 menit berisiko mengaktifkan glioma atau penyebab tumor otak jinak, dibandingkan pengguna yang memperbanyak frekuensi jumlah panggilan telepon. Sedangkan hasil penelitian beberapa lembaga Internasional dalam jurnal medis International Journal of Epidemiologi, menyanggah laporan tersebut. Dinyatakan, keterkaitan ponsel sebagai salah satu pemicu kanker ataupun tumor otak belum terbukti secara meyakinkan. Seperti ditulis dalam jurnal tersebut, sejumlah penelitian yang berlangsung selama 10 tahun--melibatkan 13.000 relawan, menemukan bahwa penggunaan handphone tidak meningkatkan risiko pengembangan sel meningioma. Termasuk, tidak meningkatkan faktor penyebab tumor jinak at...